Peristiwa
Beranda » Berita » Warga Ciamis Dikejutkan Kemunculan King Cobra di Dapur Rumah, Damkar Langsung Evakuasi

Warga Ciamis Dikejutkan Kemunculan King Cobra di Dapur Rumah, Damkar Langsung Evakuasi

Warga Dusun Sukahurip, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sempat dihebohkan dengan kemunculan seekor ular King Cobra di dalam dapur rumah warga pada Selasa (10/03/2026) malam.

Ular berbisa tersebut ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kardus di dapur milik Julaeha (51), warga RT 06 RW 02. Beruntung, petugas pemadam kebakaran dari Pos WMK Banjarsari segera datang ke lokasi dan berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa menimbulkan korban.

Petugas Damkar Pos WMK Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama, membenarkan adanya laporan mengenai kemunculan ular jenis King Cobra (Ophiophagus hannah) di rumah warga tersebut.

Isu Stok BBM 20 Hari Picu Antrian Panjang di SPBU Kota Medan

Menurut Dikri, kejadian bermula sekitar pukul 22.10 WIB ketika pemilik rumah mendengar suara mencurigakan dari arah dapur rumahnya.

“Pemilik rumah mendengar suara berisik dari bawah tumpukan kardus. Setelah diperiksa, ternyata ada seekor King Cobra berukuran cukup besar. Karena merasa khawatir, pemilik rumah langsung menghubungi petugas Damkar,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, tim piket yang terdiri dari Dikri Nur Dena Tama, Nana Juliana, dan Nurholis segera menuju lokasi menggunakan satu unit kendaraan operasional.

G9KING

Pemimpin Tertinggi ke-2 Iran Siapkan Serangan Ofensif Dahsyat

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran di area dapur tempat ular tersebut bersembunyi. Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas berupaya mengeluarkan ular dari balik tumpukan kardus.

Ular King Cobra dengan panjang sekitar 1,5 meter itu akhirnya berhasil diamankan sekitar pukul 22.30 WIB atau kurang lebih 20 menit setelah proses evakuasi dimulai.

“Posisinya cukup tersembunyi di bawah barang-barang dapur, namun akhirnya bisa kami amankan dengan aman dan tidak ada korban luka,” jelas Dikri.

Usai berhasil dievakuasi, ular tersebut kemudian dibawa ke Pos WMK Banjarsari untuk penanganan sementara. Selanjutnya, petugas berencana melepaskan kembali ular tersebut ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman.

Dikri juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan yang sering membuat hewan liar seperti ular keluar dari habitatnya.

Ia menyarankan warga agar menjaga kebersihan lingkungan rumah serta tidak menumpuk barang yang bisa menjadi tempat persembunyian hewan berbahaya.

“Jika menemukan hewan berbahaya seperti ular atau sarang tawon, sebaiknya segera melapor kepada petugas yang berwenang. Jangan mencoba menanganinya sendiri tanpa keahlian dan perlengkapan yang memadai,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *