Kota Medan
Beranda » Berita » Mobil Calya Dirampas Paksa oleh Debt Collector di Medan dan Istri TNI Terseret-Terluka

Mobil Calya Dirampas Paksa oleh Debt Collector di Medan dan Istri TNI Terseret-Terluka

Istri anggota TNI AL jadi korban terseret di jalan dan memilih menaiki bagian depan mobil kawanan debt collector. Foto/HBP

Medan, harianbatakpos.com – Pekerja atau karyawan di Perusahaan Leasing (debt collector) di Kota Medan merampas, melarikan atau mengambil paksa mobil yang dikemudikan oleh anggota TNI AL berinisial MA di Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Senin (13/4/2026) siang.

Selain itu, istri dari MA bernama Yeni juga terseret di jalan karena hendak menyelamatkan mobil yang dibawa paksa oleh debt collector yang bernama Joko.

Pipi kanan wanita ini mengalami luka karena mencoba menghentikan laju mobil milik Yeni yaitu Calya plat B 1370 ZKD yang dibawa kabur oleh Joko.

Ipda Viktor Ginting Diduga Curi Uang Tersangka Rp 11,2 Juta Masih Berdinas di Ditresnarkoba Poldasu

Pantauan awak media, awalnya laju kendaraan M yang saat itu memakai kemeja biru diberhentikan oleh kawanan perusahaan leasing. Saat itu MA bersama anak dan istrinya didalam mobil.

Selanjutnya, MA turun dan berdiskusi dengan kawanan dari perusahaan leasing itu. Sedangkan Joko diam-diam mengambil kunci mobil yang dikemudikan oleh MA.

Selanjutnya, Joko sempat berdebat dengan Yeni yang saat itu marah-marah atas perlakuan dari kawanan pelaku ini. Sedangkan anak Yeni melerainya. Kemudian, wanita ini bertanya dimana kunci mobil.

Akan tetapi, Joko yang saat itu memegang kunci mobil MA dengan cepat langsung pergi membawa mobil calya silver milik MA.

Balai Gakkum Kehutanan dan Polda Sumut Tangkap Kurir Perdagangan Sisik Trenggiling, Pemilik Diburu

Selanjutnya, Yeni mengejar dan memegang kaca pintu mobil dibagian depan (kemudi). Akan tetapi, Joko tancap gas dan akhirnya Yeni terseret dan terjatuh.

Mendapati hal itu, Yeni semakin marah, berteriak dan memilih memberhentikan dan menaiki bagian depan mobil Calya warna hitam plat BM 1594 WA milik kawanan dari perusahaan leasing itu.

Karena situasi tidak kondusif, kawanan dari perusahaan leasing itu melarikan diri dan hanya ada H Limbong dan Wandi Simanjorang. Keduanya bahkan sempat dihajar oleh massa.

Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora membenarkan adanya insiden itu.

“Jadi, pihak pemilik mobil dan perusahaan leasing sepakat tidak mau melanjutkan kasus ini. Mengenai mobil yang ditarik leasing, itu sudah dikembalikan,” katanya.

Kemudian, Daulat Simamora mengaku bahwa anggota TNI itu sudah tidak mempermasalahkan hal yang terjadi.

“Jadi, pihak leasing dan pemiliknya mobil sepakat berdamai. Jadi proses hukum tidak kami lanjutkan,” terangnya. (BP7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *